Senin, 23 Mei 2011

Balada JOBSEEKER

Jaman sekarang, egoisme menjadi puncak teringgi dalam emosional mayoritas orang. Semakin sedikit orang yang peduli dengan orang lain, baik dalam pertemanan, maupun percintaan, mungkin keluarga menjadi satu-satunya sahabat setia ketika kita ada masalah. Tetapi, dalam hal-hal tertentu ada saat dimana keluarga tidak bisa memberikan ketenangan batin dan nasihat yang kita butuhkan untuk bisa memotivasi dan membuat semangat kita yang loyo menjadi meloncat-meloncat
.

Sabtu, 21 Mei 2011

Amazing Vesak Day, Borobudur Temple, 2011

Aku tahu adanya perayaan Waisak di Boroudur ini ketika les english di NTC, kita disuruh maju satu per satu untuk mendeskripsikan gambar. Salah satu teman membawa foto tentang perayaan Waisak di Borobudur, aku langsung terpesona, dan menetapkan 1 misi dalam hidup: mengajak pacar ke sana! pasti romantis sekali. Apes, pacar lagi sibuk dengan skripsinya, ya sudahlah, impian gagal.. tetapi ga sepenuhnya gagal, akhirnya aku pergi kesana bertiga bersama Med dan mbak Tia.

Tanggal 17 Mei 2011, pulang kerja jam 5.00 pm aku dijemput mbak Tia dan langsung pergi menuju rumah Med. Sebenarnya kita mau pergi ber-4, tetapi salah satu teman membatalkan janji karena suatu hal.. no prob. Berangkat dari rumah Med jam 5.30 pm, mengebut karena takut ga bisa tiba di Borobudur tepat waktu. Di Jl. Magelang, kita stop sebentar di pom bensin untuk sholat maghrib, resmi berangkat dari Jl. Magelang jam 6.00 pm, dengan kecepatan rata-rata 80km/jam, dan tentu saja aku yang boncengin mbak Tia, aku dihantui perasaan deg-degan, sampai di sana tepat waktu ga ya? Sampai di jembatan Pabelan,  jalanan macet total, berasa ngerasain macetnya jalanan Jakarta. Akhirnya kita sampai di Borobudur jam 7.00 pm. Kita masuk lewat Hotel Manohara, ternyata sepeda motor harus diparkir, ga boleh masuk, dan gara-gara itu, kita harus jalan kaki sepanjang 1,5 km untuk mencapai Candi Borobudur, beuh, capek puool, olahraga malem hari (keringat bercucuran).



Kita sampai di Candi Borobudur jam 7.45 pm dan ternyata kita ga boleh masuk ke dalam karena upacara suci masih berlangsung. Pada saat kita berdiri di depan gerbang pintu masuk Candi Borobudur, tiba-tiba ada bapak-bapak yang memanggil-manggil kita dengan suara lirih seperti berbisik sambil melambaikan tangan ke arah kita dari belakang mobil, hi, kebayangkan seremnya? Kita yang curiga, pertama-tama mengacuhkan bapak itu, pura-pura ga melihat.. tetapi ternyata usut punya usut bapak itu mau membagikan kartu peserta agar kita bisa masuk ke dalam Candi Borobudur, gratis, how lucky us!  Ga tahu apa maksud dibelakang layar, eh, ya pokonya akhirnya kita bisa masuk, makasih bapak, walaupun di depan gerbang kita diinterogasi, "Mau ngapain di dalem, sembahyang juga? Lho pakai jilbab kog sembahyang?" Tetapi akhirnya kita bisa masuk dengan selamat.

Jumat, 13 Mei 2011

My another blog


This is it.. my another "My Memoirs"
Enjoy it :)

Gnomeo and Juliet

Film ini bercerita tentang kisah cinta 2 kurcaci dari 2 kluarga yang berbeda, garis besar cerita di film ini hampir sama dengan kisah Romeo and Juliet karya William Shakespeare. Namun ending-nya yang berbeda, kalau di kisah Romeo and Juliet, sang tokoh pria mati karena meminum racun, kemudian tokoh wanitanya bunuh diri dengan belati, it's sad ending.. but in Gnomeo and Juliet, ending-nya dibuat berbeda, ini versi happy ending, di akhir film akhirnya kedua keluarga yang bermusuhan akhirnya berdamai, kedua tokoh utamanya pun akhirnya menikah :)