Aku tahu adanya perayaan Waisak di Boroudur ini ketika les english di
NTC, kita disuruh maju satu per satu untuk mendeskripsikan gambar.
Salah satu teman membawa foto tentang perayaan Waisak di Borobudur, aku
langsung terpesona, dan menetapkan 1 misi dalam hidup: mengajak pacar ke
sana! pasti romantis sekali. Apes, pacar lagi sibuk dengan skripsinya,
ya sudahlah, impian gagal.. tetapi ga sepenuhnya gagal, akhirnya aku
pergi kesana bertiga bersama Med dan mbak Tia.
Tanggal 17
Mei 2011, pulang kerja jam 5.00 pm aku dijemput mbak Tia dan langsung
pergi menuju rumah Med. Sebenarnya kita mau pergi ber-4, tetapi salah
satu teman membatalkan janji karena suatu hal..
no prob.
Berangkat dari rumah Med jam 5.30 pm, mengebut karena takut ga bisa tiba
di Borobudur tepat waktu. Di Jl. Magelang, kita stop sebentar di pom
bensin untuk sholat maghrib, resmi berangkat dari Jl. Magelang jam 6.00
pm, dengan kecepatan rata-rata 80km/jam, dan tentu saja aku yang
boncengin mbak Tia, aku dihantui perasaan deg-degan, sampai di sana
tepat waktu ga ya? Sampai di jembatan Pabelan, jalanan macet total,
berasa ngerasain macetnya jalanan Jakarta. Akhirnya kita sampai di
Borobudur jam 7.00 pm. Kita masuk lewat Hotel Manohara, ternyata sepeda
motor harus diparkir, ga boleh masuk, dan gara-gara itu, kita harus
jalan kaki sepanjang 1,5 km untuk mencapai Candi Borobudur, beuh, capek
puool, olahraga malem hari (keringat bercucuran).
Kita
sampai di Candi Borobudur jam 7.45 pm dan ternyata kita ga boleh masuk
ke dalam karena upacara suci masih berlangsung. Pada saat kita berdiri
di depan gerbang pintu masuk Candi Borobudur, tiba-tiba ada bapak-bapak
yang memanggil-manggil kita dengan suara lirih seperti berbisik sambil
melambaikan tangan ke arah kita dari belakang mobil, hi, kebayangkan
seremnya? Kita yang curiga, pertama-tama mengacuhkan bapak itu,
pura-pura ga melihat.. tetapi ternyata usut punya usut bapak itu mau
membagikan kartu peserta agar kita bisa masuk ke dalam Candi Borobudur,
gratis,
how lucky us! Ga tahu
apa maksud dibelakang layar, eh, ya pokonya akhirnya kita bisa masuk,
makasih bapak, walaupun di depan gerbang kita diinterogasi, "Mau ngapain
di dalem, sembahyang juga? Lho pakai jilbab kog sembahyang?" Tetapi
akhirnya kita bisa masuk dengan selamat.