Tampilkan postingan dengan label The Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Journey. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2014

Jelajah Selat Sunda : Pendakian Gunung Anak Krakatau

"Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra.. bersama teman bertualang. Tempat yang baru belum pernah terjamah, suasana yang ramai di tengah kota.."
Buat kalian yang lahir di tahun 80-an, pasti tahu soundtrack anime Ninja Hatori, yap, akhir-akhir ini aku sering menyanyikan lagu tersebut. Rasanya seperti membangkitkan semangat untuk berpetualang dan menjelajah tempat-tempat baru.

Krakatau.. Mendengar namanya saja sudah terbayang betapa megahnya gunung tersebut. Krakatau, menjadi tujuan perjalananku kali ini.



Senin, 13 Januari 2014

Memacu Adrenalin : Rafting di Sungai Citarik, Sukabumi.

"Mbak Riska, ikut rafting di Sungai Citarik yuk minggu depan, suka rafting ga?", semua bermula dari ajakan seorang teman kantor pagi itu.

Sabtu (07/12/2013), aku dan teman-teman kantor berangkat menuju Sungai Citarik di Sukabumi dengan niatan berpetualang dan memicu adrenalin dalam tubuh. Sungai Citarik sudah sangat popular dengan wisata arung jeramnya, kabarnya sungai tersebut memiliki debit air yang banyak, dengan jumlah jeram dan batu-batuan sungai yang juga cukup banyak. Let's see guys, here we go..


Perjalanan dari kota Tangerang ke Sukabumi kami tempuh dalam waktu +/- 4 jam menggunakan mobil. Kondisi jalan hari itu cukup ramai dan hujan deras mengguyur bumi sepanjang perjalanan. Kami tiba di Sungai Citarik siang hari menjelang makan siang, cuaca masih mendung dan hujan rintik-rintik. Begitu turun dari mobil kita langsung cuss ganti pakaian siap nyemplung ke air dan tekad siap masuk angin, dingin-dingin tetap semangat guys!

Selasa, 31 Desember 2013

One Day Trip : Pulau Untung Jawa, Pulau Kelor & Pulau Onrust (Kepulauan Seribu)

Minggu (01/12/2013), aku melakukan perjalanan ke Kepulauan Seribu. Perjalanan dimulai dengan naik angkot dari kos menuju Terminal Kalideres. Duduk di dekat pintu angkot membuat hawa dingin menyapa kulitku. Udara pagi itu sejuk dan segar, walaupun cuaca agak mendung. Dari Terminal Kalideres, aku naik busway menuju Halte Rawa Buaya kemudian dilanjutkan naik omprengan (Carry plat hitam) menuju meeting point yaitu Pelabuhan Muara Kamal, Jakarta Barat.

Pelabuhan Muara Kamal merupakan sebuah pelabuhan kecil sekaligus Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Carry yang mengantarku tidak bisa mendekati dermaga, aku terpaksa turun dan berjalan kaki menyusuri pelabuhan. Ini pertama kalinya aku mengunjungi Pelabuhan Muara Kamal, kesan pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah kumuh, jauh dari bayanganku tentang sebuah pelabuhan. Maklum, sebelumnya aku 1,5 tahun bekerja di area pelabuhan di Semarang dan tidak sekumuh ini.

Jalan selebar 3 meter itu ramai oleh hiruk-pikuk aktivitas jual beli ikan dan hasil laut tangkapan nelayan. Ribuan nyawa ikan digelar untuk menyambung nyawa ribuan manusia. Para pedagang menjajakan dagangannya di kiri-kanan jalan, membuat jalan menjadi sempit untuk dilewati. Genangan air rob terlihat di sepanjang jalan, becek, membuat sandal jepitku langsung kotor terkena lumpur padahal aku baru melangkahkan kaki beberapa meter saja. Ribuan sampah juga tidak kalah ramai menyemarakkan pelabuhan pagi itu.

Jam 09.00 WIB semua peserta trip akhirnya berkumpul. Kami berangkat menuju Kepulauan Seribu menggunakan sebuah perahu motor kecil kapasitas 20 orang.

Pulau Untung Jawa
Perjalanan ke pulau ini ditempuh dalam waktu +/- 30 menit pelabuhan. Begitu tiba di pulau ini, kita akan disambut oleh hamparan pasir putih yang cukup luas. Pagi itu Pantai Untung Jawa ramai oleh pengunjung, ternyata pulau ini sudah dikomersilkan, dapat dilihat dari banyaknya pedagang yang menjajakan makanan, minuman, pakaian, cinderamata, dan paket snorkeling, flying fish ataupun banana boat. Pulau ini merupakan pulau berpenghuni, terdapat sebuah perkampungan penduduk tidak jauh dari pantai, rumah-rumah penduduk disulap menjadi homestay untuk para wisatawan.

Jujur saja, banyak peserta trip yang kecewa dengan suasana di pantai ini. Terlalu padat pengunjung dan warna air laut yang biru tosca keruh membuat banyak peserta trip membatalkan niat untuk snorkeling. Aku yang yahh, lumayan kecewa memutuskan untuk bermain banana boat. Bagaimanapun juga yang namanya liburan harus dibawa enjoy dan fun.


Permainan banana boat lumayan seru, apalagi kalau duduk di bagian belakang, bakal terasa banget goyangannya ketika perahu karet itu ditarik kencang oleh perahu motor berkecepatan tinggi. Satu perahu diisi oleh 5 orang penumpang. Perahu sempat dibalik sebanyak 3 kali yang mengakibatkan kita harus jatuh dari perahu dan terombang-ambing di tengah lautan, seru !

Jumat, 29 Maret 2013

Body Rafting Sungai Oyo dan Cave Tubing Gua Pindul

Kali ini mari kita bahas wisata alam yang lumayan nge-hype setahun belakangan ini. Beberapa waktu lalu aku dan Jogjaku Community mengunjungi objek wisata yang membutuhkan 1,5 jam perjalanan dari kota Jogja.

Begitu sampai di Desa Beriharjo, lokasi wisata, kita langsung disambut oleh EO di sana. Hal pertama yang kita lakukan adalah ganti baju, jangan pakai rok ya, ingat ini wisata alam, jadi berbusanalah se-sporty mungkin :) Setelah itu kita disuruh menitipkan barang bawaan termasuk tas dan seisinya, boleh sih kalau mau bawa kamera atau hape, tetapi jangan lupa dibungkus plastik biar gadget-nya ga rusak pas kecebur di air, karena bisa dipastikan kalau kita bakal basah-basahan parah.

Ada dua objek wisata disana, yaitu body rafting di Sungai Oyo Rp 40.000,-/org dan cave tubing di Gua pindul Rp 30.000,-/org dengan harga segitu kita sudah mendapatkan  fasilitas pelampung, sepatu, ban dan pemandu.

Selasa, 13 November 2012

Dieng Plateau: Part III

Perjalananku di dataran tinggi Dieng masih berlanjut..

6. Candi Arjuna
Candi Arjuna ini merupakan candi Hindu, bangunannya cukup kecil. Di samping candi Arjuna terdapat beberapa candi lainnya seperti candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa dan candi Sembadra. Kelima candi tersebut berderet sejajar di tengah-tengah rerumputan hijau yang masih basah karena hujan semalam.. Udara pagi yang sejuk dan cuaca yang cerah, menambah indahnya candi-candii tersebut.


Sabtu, 10 November 2012

Dieng Plateau: Part II

Yang namanya pe-le-sir, ga di dataran tinggi ataupun di pantai, yang dicari kalau ga sunrise ya sunset. Mengejar matahari. Itulah tema perjalananku belakangan ini. Hello sunshine, i'm looking for you :)

Pengejaran matahari kali ini berlanjut ke objek wisata di Dieng, yaitu :

5. Bukit Sikunir
Ini adalah objek wisata tujuan utama aku pergi ke Dieng. Kabarnya, sunrise di bukit Sikunir ini merupakan yang terbaik ketiga di dunia. WOW banget kan !
Jam 03.00 pagi hari kami sudah harus bangun dan bersiap-siap untuk tracking di bukit Sikunir. Jam 04.00 kita berangkat dari homestay Bu Djono dengan mobil menuju kawasan bukit Sikunir. Setelah sholat subuh di masjid, kamipun memulai perjalanan dengan berjalan kaki, karena tentunya untuk mencapai puncak bukit ga bisa dilalui pake mobil, hehe..

Perjalanan naik menuju puncak bukit Sikunir cukup berat, karena jalannya yang belum begitu bagus, walaupun sudah ada jalan setapak dari tanah, namun tanahnya licin dan terjal. Harus memakai sepatu atau sandal gunung yang tidak licin, karena berbahaya dan banyak yang hampir terpeleset. Benar-benar melewati hutan, kiri kanan berupa pepohonan dan jurang yang terjam. Bahkan ada beberapa bagian jalan yang menurut kami kemiringannya mungkin 45 derajad.

Jumat, 09 November 2012

Dieng Plateau: Part I

Hallo world :D
Mau cerita liburan ke dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah minggu lalu. Yap, berawal dari sebuah situs jejaring sosial, aku membaca info tentang trip ke Dieng, dari backpackerindonesia.com. Yang ngadain event kebetulan temanku kerja di tempat sebelumnya, yang nyetir mobil juga mantan teman kerja, dan kebetulan lagi ternyata teman kerjaku di tempat kerja sekarang juga mendaftar di trip itu, ga jadi orang ilang ;D

Already pack my back !
Perjalanan dimulai di meeting point terminal Jombor Jogja. Dan karena ga update baca sms dari si penyelenggara, jadilah aku makhluk terakhir yang datang, jadi ga enak body ditungguin banyak orang *jitak kepala*. haha. Akhirnya kami berangkat menuju Dieng hari sabtu jam 9 pagi. Total peserta sekitar 20 orang, dari berbagai penjuru, ada yang dari Jogja, Sragen, Semarang, Bandung, Cilacap, Surabaya, Jakarta, dll. Senang berkenalan dengan kalian :D *jabat tangan satu-satu*.

Kami sampai di homestay Bu Djono di Dieng jam 1 siang, menurut Pak Didik (guide kami), homestay Bu Djono ini merupakan homestay pertama yang berdiri di Dieng, lalu mulailah menjamur homestay-homestay lain. Satu kamar diisi 6 orang.. aku satu kamar dengan mbak Sita, Nita, Ambar, Reni dan mbak Siti. Kamar yang heboh!



Setelah ishoma, perjalanan pertama kami di Dieng pun dimulai.

Selasa, 26 Juni 2012

Museum Kereta Kraton Ngayogyakarta

Hei, tahukah kalian kalau di kota Yogyakarta terdapat sebuah museum kereta yang menyimpan kereta-kereta milik Kraton Ngayogyakarta?Museum kereta berlokasi tidak jauh dari Kraton Ngayogyakarta, lebih tepatnya di sebelah barat alun-alun utara. Kebetulan, aku memiliki seorang teman yang rumahnya di belakang Museum Kereta Kraton Ngayogyakarta ini. Dulu aku sering main ke rumah teman itu, tetapi belum pernah ada kesempatan untuk memasuki museum itu.

Siang itu, aku ingin main ke rumah temanku tersebut, lebih tepatnya janjian untuk menghadiri sebuah acara resepsi pernikahan teman kuliah. Karena yang bersangkutan, ehm, belum selesai bersolek, akhirnya aku memutuskan untuk memasuki museum itu sendiri.
Tiket masuk : Rp 3.000,-
Parkir motor : Rp 2.000,-
Cukup murah bukan? padahal temanku pernah bilang, kalau mau masuk museum kereta sama dia saja, nanti gratis. Tetapi ga masalah bayar, untuk biaya perawatan kereta :)

Kamis, 15 Maret 2012

Candi Gedong Songo

Hellooo! I'm back :)
Dont bother about my exam a few days ago, what is done is done. I have already do my best, although I felt failed and little upset, now I can only pray to God! Hehehehehe. Hopes my boss and others are not dissapointed with my presentation, and they give me good score. amen..
Ok. I will tell you about my vacation to Gedong Songo Temple two weeks ago, maybe it's too late to write this story, but enjoy it..

Jadi ceritanya 2 minggu lalu aku diajak teman untuk ikut acara #OTS keluarga besar dotSemarang. Mungkin bisa dibilang aku kesasar, masuk ke tengah-tengah komunitas pengguna blogdetik sementara aku, ehm, masih aja nongkrong di blogspot ini. Tetapi, tersasar yang menyenangkan ga ada ruginya, berkunjung ke tempat baru dan bertemu banyak teman baru.

Jam 08.00 pagi kita kumpul di Taman KB, Semarang. Tetapi karena orang-orang baru terkumpul sekitar jam 10.00 maka kami berangkat ke Candi Gedong Songo agak siangan sedikit.

Cuplik: Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran.

Jumat, 13 Januari 2012

Happy new year 2012, hampir BROMO !

Mungkin aku telat menulis cerita ini. Satu minggu sebelum tahun baru, teman kuliah tiba-tiba sms mengajak saya untuk malam tahun baruan di gunung Bromo. Wow, Bromo! salah satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Perjalanan ini dimulai dengan sebuah pertengkaran antara aku dengan seorang teman. Yak, awal perjalanannya yang tidak begitu bagus.

Aku, Ardi dan Bara berjanji untuk kumpul di depan Java Mall Semarang jam 3 pagi, berhubung alarm yang aku pasang tidak ngefek, akhirnya aku dibangunkan oleh telepon dari Bara, dan dengan prepare seadanya, sampai aku lari-lari menuju Java Mall dan kaos kaki kesayangannku sampai terjatuh di dekat pasar Peterongan dan raib.
Kami berangkat menuju Jogja untuk menjemput Shinta, Titis, Dadang dan Dhina. Perjalanan dimulai dari Jogja jam 9.00 pagi, dan karena berbagai kendala, akhirnya kita sampai dekat Bromo jam 3.00 pagi juga, 24 jam boooo.. naik mobil. Oh iya, dalam pikiranku selama perjalanan, aku sudah membayangkan berada di puncak gunung Bromo jam 00.00 dan menyalakan kembang api di sana. Tetapi rupanya ada sedikit kesalahpahamam, rencana teman-teman ternyata bukan menuju puncak gunung gunung Bromo, tetapi tujuan kami adalah Penanjakan, sebuah bukit dimana para wisatawan bisa melihat gunung Bromo secara utuh dari jauh. Kecewa.
Sampai di Probolinggo, dimana semua wisatawan yang ingin menuju Bromo berkumpul, tukang ojek menjajakan ojeknya, dan penyedia mobil jeep yang menyewakan mobilnya. Tarif per-jeep adalah Rp. 700.000,- harga itu didapatkan setelah tawar-menawar yang cukup sengit. Jauh sekali dari harga mobil jeep yang aku baca dari blog salah seorang temanku. Efek tahun baruan kali ya, jadi harga melambung tinggi, setinggi puncak gunung Bromo. Harga itu termasuk kami diantar ke 3 area wisata, Penanjakan, Puncak gunung Bromo, dan Pasir Berbisik. Yah, sudah sampai sana jauh-juh, rugi kan kalau gunung Bromo nya cuma di lihat, harus dinaikin laah :D


Kami sampai Penanjakan jam 4.30 pagi dan kemudian mendaki Penanjakan, yang ditempuh dengan jalan kaki kira-kira 30 menit, niatnya ingin melihat pemandangan sunrise dan gunung Bromo. Kaya yang di kalender-kelender itu. Tetapi malang, cuaca yang mendung menghalangi kami untuk melihat sunrise yang seharusnya sangat cantik.


Minggu, 11 September 2011

LAWANG SEWU. Siapa ngajak jalan siapa?

Pertanyaan konyol..
Begitulah, tiba-tiba temanku bernama "Daniel" sms aku: "Tante, aku lagi di Semarang lho" girang bukan main, akhirnya kita berjanji untuk bertemu dan main muter-muter Semarang. Dalam pikiranku yang tinggal di Semarang, tentu ini adalah acara dalam rangka menemani si Daniel jalan-jalan.. Tetapi, ternyata dalam pikiran Daniel, acara ini justru dia yang menemani aku jalan-jalan. Hahaha, konyol.


Sabtu, 18 Juni 2011

Museum Anak Kolong Tangga


Museum Anak Kolong Tangga.
Namanya unik? Museum ini terletak di Gedung Taman Budaya Yogyakarta Lt.II. Museum ini memiliki 400 koleksi mainan dari seluruh Indonesia dan beberapa negara. Museum ini diprakarsai oleh Rudy Corens seorang warga Belgia yang bekerjasama dengan Yayasan Dunia Damai pimpinan Poppy Dharsono.

Dari dulu pengen sekali masuk ke museum ini, tetapi setiap kesana pasti tutup, ga tahu kenapa museum inijarang sekali buka, lucky me! Hari ini buka. Tiket masuknya dewasa (15th +) Rp 2.500,- dan gratis untuk anak-anak.
Penasaran kayak apa?
Dari luar sudah kelihatan, anak-anak banget. Ada boneka tinggi yang menyambut di samping tangga.

Sabtu, 21 Mei 2011

Amazing Vesak Day, Borobudur Temple, 2011

Aku tahu adanya perayaan Waisak di Boroudur ini ketika les english di NTC, kita disuruh maju satu per satu untuk mendeskripsikan gambar. Salah satu teman membawa foto tentang perayaan Waisak di Borobudur, aku langsung terpesona, dan menetapkan 1 misi dalam hidup: mengajak pacar ke sana! pasti romantis sekali. Apes, pacar lagi sibuk dengan skripsinya, ya sudahlah, impian gagal.. tetapi ga sepenuhnya gagal, akhirnya aku pergi kesana bertiga bersama Med dan mbak Tia.

Tanggal 17 Mei 2011, pulang kerja jam 5.00 pm aku dijemput mbak Tia dan langsung pergi menuju rumah Med. Sebenarnya kita mau pergi ber-4, tetapi salah satu teman membatalkan janji karena suatu hal.. no prob. Berangkat dari rumah Med jam 5.30 pm, mengebut karena takut ga bisa tiba di Borobudur tepat waktu. Di Jl. Magelang, kita stop sebentar di pom bensin untuk sholat maghrib, resmi berangkat dari Jl. Magelang jam 6.00 pm, dengan kecepatan rata-rata 80km/jam, dan tentu saja aku yang boncengin mbak Tia, aku dihantui perasaan deg-degan, sampai di sana tepat waktu ga ya? Sampai di jembatan Pabelan,  jalanan macet total, berasa ngerasain macetnya jalanan Jakarta. Akhirnya kita sampai di Borobudur jam 7.00 pm. Kita masuk lewat Hotel Manohara, ternyata sepeda motor harus diparkir, ga boleh masuk, dan gara-gara itu, kita harus jalan kaki sepanjang 1,5 km untuk mencapai Candi Borobudur, beuh, capek puool, olahraga malem hari (keringat bercucuran).



Kita sampai di Candi Borobudur jam 7.45 pm dan ternyata kita ga boleh masuk ke dalam karena upacara suci masih berlangsung. Pada saat kita berdiri di depan gerbang pintu masuk Candi Borobudur, tiba-tiba ada bapak-bapak yang memanggil-manggil kita dengan suara lirih seperti berbisik sambil melambaikan tangan ke arah kita dari belakang mobil, hi, kebayangkan seremnya? Kita yang curiga, pertama-tama mengacuhkan bapak itu, pura-pura ga melihat.. tetapi ternyata usut punya usut bapak itu mau membagikan kartu peserta agar kita bisa masuk ke dalam Candi Borobudur, gratis, how lucky us!  Ga tahu apa maksud dibelakang layar, eh, ya pokonya akhirnya kita bisa masuk, makasih bapak, walaupun di depan gerbang kita diinterogasi, "Mau ngapain di dalem, sembahyang juga? Lho pakai jilbab kog sembahyang?" Tetapi akhirnya kita bisa masuk dengan selamat.