Sabtu, 10 November 2012

Nasi Pecel Bu Sumo

Yuk mari kuliner murah lagi. Kali ini selain murah juga sehat :D
Nasi pecel bu Sumo ! bukan sumo olahraga dari negeri Sakura itu ya..

Nasi pecel ini cukup legendaris di kota Semarang, bahkan sudah beberapa kali diliput di tivi. Nasi pecel ini menjadi salah satu makanan favorit bagi warga Semarang, sudah ada sejak tahun 1965. Apa yang membuat nasi pecel ini begitu special? Awalnya aku heran, nasi pecel kan ya cuma gitu-gitu aja..

Setelah begitu lama ingin mencicipi nasi pecel ini, hari ini akhirnya kesampaian juga. Warung ini berlokasi di jalan Kyai Saleh, Simpang Lima, Semarang. Warungnya cukup sederhana, tidak mewah, malah terkesan agak kotor. Warung kecil dengan meja dan kursi dari kayu, tetapi dari luar terlihat ramai banget oleh pengunjung.


Akupun masuk dan memesan satu piring nasi pecel. Satu porsi berisi nasi, sayur bayam, kacang panjang dan tauge yang disiram oleh sambel kacang. Lalu tersedia berbagai macam lauk, seperti telur ceplok, telur rebus, babat, tempe goreng, loenpia dan berbagai macam gorengan seperti bakwan, mendoan, dll.

Jumat, 09 November 2012

Dieng Plateau: Part I

Hallo world :D
Mau cerita liburan ke dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah minggu lalu. Yap, berawal dari sebuah situs jejaring sosial, aku membaca info tentang trip ke Dieng, dari backpackerindonesia.com. Yang ngadain event kebetulan temanku kerja di tempat sebelumnya, yang nyetir mobil juga mantan teman kerja, dan kebetulan lagi ternyata teman kerjaku di tempat kerja sekarang juga mendaftar di trip itu, ga jadi orang ilang ;D

Already pack my back !
Perjalanan dimulai di meeting point terminal Jombor Jogja. Dan karena ga update baca sms dari si penyelenggara, jadilah aku makhluk terakhir yang datang, jadi ga enak body ditungguin banyak orang *jitak kepala*. haha. Akhirnya kami berangkat menuju Dieng hari sabtu jam 9 pagi. Total peserta sekitar 20 orang, dari berbagai penjuru, ada yang dari Jogja, Sragen, Semarang, Bandung, Cilacap, Surabaya, Jakarta, dll. Senang berkenalan dengan kalian :D *jabat tangan satu-satu*.

Kami sampai di homestay Bu Djono di Dieng jam 1 siang, menurut Pak Didik (guide kami), homestay Bu Djono ini merupakan homestay pertama yang berdiri di Dieng, lalu mulailah menjamur homestay-homestay lain. Satu kamar diisi 6 orang.. aku satu kamar dengan mbak Sita, Nita, Ambar, Reni dan mbak Siti. Kamar yang heboh!



Setelah ishoma, perjalanan pertama kami di Dieng pun dimulai.

Senin, 05 November 2012

TWIVORTIARE

"Commitment is a funny thing, you know? It's almost like gettig a tattoo. You think and you think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep"

Ini adalah cerita lanjutan dari buku DIVORTIARE karya Ika Natassa. Kalau di Divortiare adalah cerita pasca perceraian antara si banker Alexandra dan heart surgeon Beno, di buku Twivortiare ini kedua tokoh tersebut balikan dan remarried :)
Baru dua kali ini aku baca buku bergaya MetroPop dan cerita tentang kehidupan pernikahan, but I think i'm falling in love with Ika Natassa, Alexandra and Beno ! Love their love-hate relationship, semoga mereka ga cerai lagi..




Sabtu, 27 Oktober 2012

Mie persis

Insomnia is attacking me now. Sedikit meriang, tenggorokan sakit, plus badan panas. Beuh, liburan yang datar-datar aja..

Kuliner kali ini agak sedikit miring ya, maklum lagi pengiritan. Pulang jogja kemarin aku mencoba salah satu tempat makan yang menurutku konspenya cukup unik. Namanya "Mie Persis". Berlokasi di Jl. Glagah sari, utara terminal lama Jogja, kalau dari UTY masih ke selatan.
Sebenernya tempat makan ini cuma jual mie instan. Tapi apa yang bikin special? Mie instannya disajikan persis sama kaya gambar di bungkusnya. Misal ya, kalau mi goreng rasa rendang, disajikan pakai rendang, kalau mie goreng rasa sate ya disajikan pakai sate juga. Mie instan di sini khusus merek INDOMIE. Lucu kalau lihat slogannya "disajikan PERSIS dengan bungkusnya, dijamin bikin kamu TELAP-TWELEP" dan "Jangan tertipu iklan, jika mau seperti tampilan, biar kami yang menyajikan".

Untuk menunya sendiri ada Indomie rasa sate, vegan, soto mie, kari ayam, cakalang, pedas dan rendang. Untuk harganya sekitar Rp 7.000,- sampai Rp 9.000,- tergantung rasa yang dipesan.

Malam itu aku memesan mie goreng rasa rendang. Untuk rasa mie, ampun dahh, ternyata dicampur sama lombok ijo yang diiris kecil-kecil, padahal aku ga pesen pedes. Mie nya menurutku kurang tuntas meniriskan airnya, jadi agak basah dan aku ga begitu suka. Untuk rendangnya, agak kecil dan bumbunya pedes banget, bumbunya beda ga kaya rendang yang biasa kita beli di rumah makan padang.

Yahh, agak sedikit mengecewakan. Tapi salut sama konsepnya :D kreatif banget.