Minggu, 16 Februari 2014

Home Sweet Home

Mendadak, aku kangen rumah dengan segala isinya. Rumah tua bergaya tradisional di daerah pinggir kota Yogyakarta. Baru aku sadari, kalau aku hampir tidak memiliki foto rumah karena memang jarang berfoto. Setelah mengorek-orek isi komputer, akhirnya aku menemukan beberapa foto rumah. Rumah yang dulu sempat aku benci karena berbeda dengan milik teman-teman, jaman sekolah dasar dulu.. Aku selalu memimpikan sebuah rumah bergaya modern, yang terdiri dari dua lantai.. Ingin punya kamar di lantai atas, agar lebih dekat dengan langit dan bintang-bintang.

Mendadak, terpikir untuk mengabadikan foto rumah ke dalam blog ini. Rumah joglo yang sekarang menjadi favoritku:


Apa kabar rumah?
Jaga keluargaku dengan baik ya.

Senin, 13 Januari 2014

Memacu Adrenalin : Rafting di Sungai Citarik, Sukabumi.

"Mbak Riska, ikut rafting di Sungai Citarik yuk minggu depan, suka rafting ga?", semua bermula dari ajakan seorang teman kantor pagi itu.

Sabtu (07/12/2013), aku dan teman-teman kantor berangkat menuju Sungai Citarik di Sukabumi dengan niatan berpetualang dan memicu adrenalin dalam tubuh. Sungai Citarik sudah sangat popular dengan wisata arung jeramnya, kabarnya sungai tersebut memiliki debit air yang banyak, dengan jumlah jeram dan batu-batuan sungai yang juga cukup banyak. Let's see guys, here we go..


Perjalanan dari kota Tangerang ke Sukabumi kami tempuh dalam waktu +/- 4 jam menggunakan mobil. Kondisi jalan hari itu cukup ramai dan hujan deras mengguyur bumi sepanjang perjalanan. Kami tiba di Sungai Citarik siang hari menjelang makan siang, cuaca masih mendung dan hujan rintik-rintik. Begitu turun dari mobil kita langsung cuss ganti pakaian siap nyemplung ke air dan tekad siap masuk angin, dingin-dingin tetap semangat guys!

Selasa, 31 Desember 2013

One Day Trip : Pulau Untung Jawa, Pulau Kelor & Pulau Onrust (Kepulauan Seribu)

Minggu (01/12/2013), aku melakukan perjalanan ke Kepulauan Seribu. Perjalanan dimulai dengan naik angkot dari kos menuju Terminal Kalideres. Duduk di dekat pintu angkot membuat hawa dingin menyapa kulitku. Udara pagi itu sejuk dan segar, walaupun cuaca agak mendung. Dari Terminal Kalideres, aku naik busway menuju Halte Rawa Buaya kemudian dilanjutkan naik omprengan (Carry plat hitam) menuju meeting point yaitu Pelabuhan Muara Kamal, Jakarta Barat.

Pelabuhan Muara Kamal merupakan sebuah pelabuhan kecil sekaligus Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Carry yang mengantarku tidak bisa mendekati dermaga, aku terpaksa turun dan berjalan kaki menyusuri pelabuhan. Ini pertama kalinya aku mengunjungi Pelabuhan Muara Kamal, kesan pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah kumuh, jauh dari bayanganku tentang sebuah pelabuhan. Maklum, sebelumnya aku 1,5 tahun bekerja di area pelabuhan di Semarang dan tidak sekumuh ini.

Jalan selebar 3 meter itu ramai oleh hiruk-pikuk aktivitas jual beli ikan dan hasil laut tangkapan nelayan. Ribuan nyawa ikan digelar untuk menyambung nyawa ribuan manusia. Para pedagang menjajakan dagangannya di kiri-kanan jalan, membuat jalan menjadi sempit untuk dilewati. Genangan air rob terlihat di sepanjang jalan, becek, membuat sandal jepitku langsung kotor terkena lumpur padahal aku baru melangkahkan kaki beberapa meter saja. Ribuan sampah juga tidak kalah ramai menyemarakkan pelabuhan pagi itu.

Jam 09.00 WIB semua peserta trip akhirnya berkumpul. Kami berangkat menuju Kepulauan Seribu menggunakan sebuah perahu motor kecil kapasitas 20 orang.

Pulau Untung Jawa
Perjalanan ke pulau ini ditempuh dalam waktu +/- 30 menit pelabuhan. Begitu tiba di pulau ini, kita akan disambut oleh hamparan pasir putih yang cukup luas. Pagi itu Pantai Untung Jawa ramai oleh pengunjung, ternyata pulau ini sudah dikomersilkan, dapat dilihat dari banyaknya pedagang yang menjajakan makanan, minuman, pakaian, cinderamata, dan paket snorkeling, flying fish ataupun banana boat. Pulau ini merupakan pulau berpenghuni, terdapat sebuah perkampungan penduduk tidak jauh dari pantai, rumah-rumah penduduk disulap menjadi homestay untuk para wisatawan.

Jujur saja, banyak peserta trip yang kecewa dengan suasana di pantai ini. Terlalu padat pengunjung dan warna air laut yang biru tosca keruh membuat banyak peserta trip membatalkan niat untuk snorkeling. Aku yang yahh, lumayan kecewa memutuskan untuk bermain banana boat. Bagaimanapun juga yang namanya liburan harus dibawa enjoy dan fun.


Permainan banana boat lumayan seru, apalagi kalau duduk di bagian belakang, bakal terasa banget goyangannya ketika perahu karet itu ditarik kencang oleh perahu motor berkecepatan tinggi. Satu perahu diisi oleh 5 orang penumpang. Perahu sempat dibalik sebanyak 3 kali yang mengakibatkan kita harus jatuh dari perahu dan terombang-ambing di tengah lautan, seru !

Minggu, 13 Oktober 2013

QQ Kopitiam

Aaakk.. sudah lama banget ya ga menulis. Akhir-akhir ini aku seperti kehilangan gairah untuk menulis, hhe. Yah, namanya juga hobi, pasti ada waktunya pas lagi on fire atau pas lagi jenuh. Lagipula aku juga habis terkena musibah, guys, hape baru saja rusak dan harus diinstal ulang, akibatnya semua data di hape hilang, termasuk semua foto kuliner selama bulan September.
Weekend lalu aku menyempatkan diri buat jalan-jalan ke Summarecon Mall Serpong (SMS), sekalian mencari barang untuk keperluan kerja. Ternyata suasana foodcourtnya enak banget, cocok buat nongkrong, outdoor dan ada panggung untuk accoustikan :D
Diantara semua resto yang berderet sepanjang foodcourt, aku memilih untuk mendaratkan pantat di kursi restoran QQ Kopitiam. Selain ramai pengunjung, konsepnya unik dan terlihat minimalis.
Langsung yuuks, bahas makanan yang aku pesan.

Horfun Daging Kepiting (32 K)

Ini pertama kalinya aku makan horfun. Namanya tidak begitu familiar di telingaku yang orang Jawa. Dari beberapa refenesi yang aku baca, horfun mirip seperti kwetiaw dengan kuah kental. Tetapi horfun yang tersaji dihadapanku tidak ada kwetiaw atau mie-nya. Berupa kuah kental dengan isi kepiting, telur, udang, cumi, dan bakso ikan. Mirip seafood. Rasanya gurih, oriental banget, aku suka sama kuah kentalnya. Disajikan dalam mangkuk batu berwarna hitam, sedap banget disantap pas panas-panas. Daging kepitingnya banyak, sesuai lah sama harganya.