Kamis, 15 Desember 2011

I just believe in karma..



Jalan itu selalu aku lewati setiap pagi. Jalan kecil dari kos menuju jalan raya tempat aku menunggu mobil jemputan dari kantor, jalan yang lumayan panjang untuk ukuran berjalan kaki, mungkin membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit untuk menyelesaikan ujung dari jalan itu.
Hari ini di jalan itu, aku bertemu dengan seorang nenek. Mungkin usianya sudah di atas 60 tahun, atau mungkin sebenarnya lebih muda dari usia itu namun karena kehidupannya yang mungkin kurang beruntung membuat dirinya terlihat begitu tua. Nenek itu terlihat kira-kira 15 meter di hadapanku, kita sama-sama berjalan dari arah yang berlawanan, saling mendekaat. Nenek itu berpakaian kebaya model lama, yang biasa dipakai nenek-nenek di pasar, bajunya sangat lusuh. Nenek itu memikul sebuah kain gendong yang cukup besar di punggungnya, terlihat berat, sampai-sampai nenek itu hampir berjalan sambil membungkuk, kasihan tulang belakangnya yang sudah rapuh. Di tangan kiri dan kanannya membawa 2 buah tas kresek hitam, berukuran cukup besar.

Selasa, 06 Desember 2011

Flipped


Film ini diadaptasi dari novel "Flipped" karya Wendelin Van Draanen.

Sejak hari pertama kedatangan Bryce Loski yang pindah rumah ke depan rumahnya, Julianna (Juli) Baker langsung jatuh hati pada pria kecil itu. Juli selalu membuntuti Bryce kemanapun dan Juli sangat suka mengendus bau rambut Bryce yang katanya mirip buah semangka. Tetapi, bagi Bryce, Juli adalah seorang penganggu dan penguntit. Bryce sangat terganggu akan kehadiran Juli di sektitar dirinya.
Sampai pada akhirnya cerita berlatar pada saat mereka berdua kelas 1 SMP.

Minggu, 04 Desember 2011

I'm not pretty!

 
Ada yang bilang kalau perbandingan pria dan wanita jaman sekarang ini sudah mencapai 1:3, bahkan ada yang bilang 1:5. Ketika proposi pria dan wanita sudah tidak seimbang, lalu bagaimana? Apakah pria akan mengadopsi yang namanya "poligami"? Apakah para wanita akan ikhlas kalau suami mereka ber-poligami?

Hei, para ladies, saat ini kita sedang berjuang, bertempur untuk dipilih oleh pria yang jumlahnya semakin minim itu. Ibaratnya, kalau memang benar perbandingan pria:wanita saat ini sudah mencapai 1:5, maka rival kita ada 4 wanita lain.

Jumat, 02 Desember 2011

Coklat Monggo

Siapa yang tidak suka coklat? Tentunya saja para ladies di semesta ini menyukai food yang satu ini. Taste-nya yang manis, dan lumer di mulut.. Hm, perfecto !

Bagaimana dengan Kotagede? Apa yang kalian ketahui tentang kota yang ngakunya "gede" ini? Selain makam raja-raja Mataram, bangunan-bangunan bersejarahnya yang eksotis dan bersahaja, tempat berjayanya para pengrajin perak?
 
Eh, apa korelasi antara coklat dan Kotagede? Yak, salah satu coklat terbaik di negeri Indonesia ini diproduksi di Kotagede. COKLAT MONGGO namanya. Coklat Monggo diolah dari biji kakao pilihan dari perkebunan di Jawa, Sumatera dan Sulawesi, oleh ahli coklat Belgia. Dibungkus dengan menggunakan kertas daur ulang dengan design yang elegan. Soal rasa, Coklat Monggo ini tidak kalah dengan coklat-coklat merek luar negeri yang berada di pasaran.

Kalau mengunjungi tempat coklat ini di produksi, kita bisa melihat proses produksinya secara langsung melalui kaca tansparant. Banyak wisatawan asing yang sudah mengunjungi Coklat Monggo ini. Bule aja sampai kesana.. Bagaimana dengan kalian? Tentunya Coklat Monggo ini recomended bukan? Selain dijual di rumah produksinya, coklat ini juga dijual di beberapa tempat, seperti: Mirota kampus dan Circle-K. Walaupun bisa mendapatkan coklat ini di tempat-tempat tersebut, tidak ada salahnya jika kalian juga mengunjungi rumah produksinya. Mari Visit Kotagede. Jangan kalah sama bule-bule.