Sabtu, 21 April 2012

Hay, Mr. Friday !

Hay Mr. Friday, how are you? it's been a long time i didn't see you..

Why do I call you "Mr.Friday" ?
Entahlah.. hanya kata itu yang terlinas di benakku untuk meng-absurd-kan namamu yang memang sudah absurd.
Mungkin sebenarnya aku terinspirasi dari sebuah komik yang aku baca ketika masih duduk di bangku kelas 6 SD, ada sebuah komik berjudul "Mr. Friday". Oh iya sekedar info, waktu kecil aku fanatik sama yang namanya komik, sampai-sampai kalau datang ke taman bacaan langganan aku waktu kecil, aku suka bingung, mau pinjem apalagi ya, semua sudah aku baca, dan akhirnya aku datang ke taman bacaan itu kalau sudah ada komik baru, biasanya yang punya taman bacaan beli komik baru 2 minggu 1 kali :)


Lanjut ke Mr. Friday. Di dalam komik itu, si tokoh utama cewek menyebut cowok pujaannya dengan sebutan Mr. Friday karena mereka pertama kali bertemu pada hari Jum'at, dan karena si cewek tidak tahu nama si cowok, maka muncullah sebutan Mr. Friday untuk cowok yang ditaksirnya itu.

Sabtu, 24 Maret 2012

Pisang PLENET

Hahaii..
I'm home !

Hahaha. It's a holiday, because of "Nyepi Day" on Friday, so I have 3 days off. Great ! I go back to Jogja, I meet my mother, father and sister. But, it has been a long time I didn"t go home, my mother really miss me and she do not permit me to go hang out with my friends. Ok, it's time to make a quality time with my family.  It's a family time. Now, I'm in my sweet room, heading my netbook, and i will tell you my story when I was in Semarang a few days ago.

Untuk kedua kalinya, aku mengunjungi Pasar Semawis, Semarang. Sebuah pasar malam, semacam kawasan kuliner yang berlokasi di daerah Pecinan. Kampung Pecinan merupakan sebuah kawasan dimana warga keturunan Tionghoa hidup selama berabad-abad di Semarang. Aku sudah pernah membahas tentang Pasar Semawis beberapa waktu yang lalu di sini. Tetapi ternyata masih banyak hal yang luput dari perhatianku dulu waktu pertama kali ke Pasar Semawis.

Aku bersama teman-teman melaju menuju Pasar Semawis menembus dinginnya malam diiringi canda dan tawa. Suasana malam itu begitu ramai, mungkin karena kami datangnya pas malam minggu, banyak muda-mudi yang berjalan-jalan di sana, entah menghabiskan malam minggu bersana teman-teman se-geng, atau pasangan muda-mudi yang sedang memadu kasih. Malam yang gelap, lampu-lampu yang terang benderang, lampion-lampion berwarna merah menambah maraknya malam itu.

Jumat, 23 Maret 2012

Oemah Duren Ruby

Siapa yang tidak menyukai buah durian? Hmm.. rasanya yang membuat lidah kita bergoyang, aromanya yang membuat indra penciuman kita tersentak.

Di kota Semarang, terdapat sebuah rumah makan yang menyajikan makanan dari olahan buah durian, namanya Oemah Duren Ruby, berlokasi di Jl. Sugiyopranoto, sebelah barat Pasar Bulu, selatan jalan. Aku dan seorang partner mengunjungi rumah makan ini minggu lalu. Memang sudah lama tidak makan buah durian dan penasaran dengan kuliner yang satu ini.
Tempatnya sederhana, dengan bambu yang mendominasi dinding. Kami masuk dan duduk di salah satu meja, sepi, itulah kesan pertama kami, karena kami adalah satu-satunya pengunjung di rumah makan tersebut. Dinding rumah makan tersebut dipenuhi dengan foto-foto makanan olahan durian, foto pemilik rumah makan yang sedang "action" memetik buah durian di pohon dan artikel-artikel dari surat kabar yang pernah meliput rumah makan ini.
Pelayan mendatangi kami, mengantarkan buku menu, dan kami mulai memilih-milih menu apa yang terlihat menggiurkan. Untuk menu yang recomended ternyata sudah ditandai dengan tanda bintang, petunjuk untuk para pelanggan yang bingung memilih menu. Menu yang ditawarkan cukup banyak, dari snack kecil sampai minuman. Untuk makanan ada loenpia durian, pisang bakar durian, cane durian, pancake durian, pie durian, cake durian, dll. Untuk minumannya ada teh durian, es krim durian, milk shake durian, es teler durian, dawet durian, dll.
Aku memesan ketan durian, karena ada keterangan "Digilai pecinta durian sepanjang masa", tagline yang menarik bukan? dan partner memesan kue serabi durian. Begitu pesanan kami datang, olala:

Minggu, 18 Maret 2012

Waroeng Bandeng Juwana

Apakah kalian semua tahu kalau di lantai 2 toko pusat oleh-oleh Bandeng Juwana di Jl. Pandanaran, Semarang, ada sebuah restoran yang menu makanannya adalah olahan bandeng? Aku baru tahu adanya restoran tersebut setelah membaca blog salah seorang teman. Dan akupun langsung meluncur kesana bersama seorang partner yang cantik.
Beberapa kali mengunjungi toko Bandeng Juwana yang tersohor itu, namun keberadaan restoran tersebut tidak aku ketahui. Ketika mencoba blogwalking tentang kuliner Semarang, sedikit sekali yang membahas restoran tersebut, atau apakah aku yang kurang jeli mencari info, hmm, entahlah.. yang jelas saat ini aku sudah berada di restoran tersebut. Restoran ini ketika kami datang cukup sepi, hanya ada 2 orang pengunjung di sana. Pelayan menghampiri kami dan menyodorkan buku menu, seperti ini:


Menu makanannya ada banyak pilihan, seperti bakso bandeng, bandeng balado, bandeng bumbu bali, bandeng penyet, bandeng srani, nasi goreng bandeng, garang asem bandeng, dll. Menu minumannya cukup standar, ada es teh, es jeruk, susu kotak, es dawet, dan yang selalu paling menjadi favorit aku yaitu wedang ronde.