Kamis, 31 Januari 2013

THE TERMINAL




A few days ago, I and some friends of Jogja English watched a movie titled The Terminal. The movie was so funny and interesting, I thought that the movie is classified as a drama comedy movie. Sometimes, we cried and laughed together in the middle of the movie because of the dialog in the movie. The Terminal was a movie about a man named Victor Navorsky who trapped in the New York airport because his passport and visa are rejected. His home nation, Krakozhia was in war and revolution, so United States recognized Krakozhia as not a country because it had no government. Mr. Navorsky could not go out from the airport, he could not enter United States and could not come back to Krakozhia, although he wanted go to New York City. Mr. Narvorsky could not speak English; it made him found some difficulties to speak with the airport officers. He got some difficulties to get foods for him because his food voucher given by airport officer is gone. He felt so lonely and did not know what would he do. He returned vacant baggage trolleys to the machine to get money to buy some foods. He trapped in the airport for a long time (almost 9 months) and he started to learn to speak English. He lived in the airport, got some friends and fell in love with a beautiful stewardess there. He got some troubles because the head of the New York airport wanted dissipate him out off the airport.

Rabu, 30 Januari 2013

FUTURE




I always interested when people talk about future, we all do not know about our future, and only God knows it. People always curious about their future, because they do not know what will happen tomorrow, future is a misery. People can only make their future plans, but God disposes. Everyone has their own future plans, they always want to have a bright future, and nobody wants to have a bleak future. Most people plan to have a good job with a big salary, happy family, etc. in the future and they do everything to realize it, they should do a lot of efforts and hard works. I also have my own future plans.

Jumat, 25 Januari 2013

Lumpia Samijaya


Guys, di Jogja, ada lumpia yang enak banget, orang-orang nyebutnya lumpia Samijaya, berlokasi di Jl. Malioboro, Yogyakarta. Disebut lumpia Samijaya karena jualannya di depan toko Samijaya dan di gerobak dagangannya ga dicantumin nama yang jual. Beberapa hari yang lalu aku tiba-tiba kangen banget makan lumpia Samijaya. Setahu aku, lumpia Samijaya dulunya buka dari siang sampai malam, namun pas beberapa kali aku nyari lumpia ini di siang hari, selalu ga ketemu, aku kirain udah ga jualan atau pindah tempat, pas aku tanyain ke mas-mas yang jaga parkir di area Malioboro, ternyata sekarang lumpia Samijaya cuma buka dari sore sampai malam.

Selasa, 15 Januari 2013

aSaGaYa Japanese Food and Culture

Hello Tuesday.
Hm, masih terngiang-ngiang sama kerjaan gw dulu. Gw ingat beberapa hari sebelum resign, gw sempat bantu project partner buat bikin udon, salah satu mie yang berasal dari Jepang. Berkali-kali buat tapi kata bos tekstur-nya belum mirip kaya udon yang dia makan di Jepang. Gw sendiri sebenarnya penasaran banget, udon yang asli tuh kaya apa sih?

Nah, kalau mau makan udon, sekarang ini di Jogja udah banyak banget dan menjamur rumah makan yang menyajikan menu masakan Jepang, dari yang kaki lima sampai cafe mewah. Tergantung kantong, bray. Dari info yang gw dapet, di daerah Seturan ada rumah makan yang menunya berbagai macam udon dan tempura, special udon, men, ga jual menu lain, tapi lokasinya jauh dari rumah. Lalu, ada seorang teman yang nyaranin buat beli udon di salah satu restoran masakan Jepang yang harganya cukup bikin gw bilang, gilaakk, mahal amat ! Lalu, ada lagi yang versi kaki lima, di daerah barat GSP (Grha Sabha Pramana) UGM. Warung tenda gitu, tapi katanya jual berbagai macam masakan Jepang dengan harga terjangkau dan rasa nikmat. Nah, sepertinya gw paling cocok sama pilihan yang terakhir, maklum bray, hemat. \(^O^)/

Warung kaki lima itu bukanya dari jam 18.00 malam, jadi musti nunggu langit gelap dulu baru berangkat menuju lokasi. Tapi malangnya warung kaki lima itu ternyata ga buka (nangis lari cari bahu mas-mas buat ngelap ingus). Haha. Akhirnya, gw pun nyetir motor ke salah satu rumah makan Jepang yang masih berlokasi di sekitaran jl. Kaliurang, namanya aSaGaYa Japanese Food and Culture. Ini hurufnya ditulis gede kecil gitu bukan karena gw 4LaY, tapi emang nama rumah makannya kaya gitu. Kalau lo ga percaya, nih gw kasih lihat fotonya: