Senin, 20 Mei 2013

[Jelajah Gizi 2] Kuliner pesisir selatan: Lezatnya si Hijau bergizi dari pantai Gunung Kidul.

Tulisan ini aku buat dalam rangka mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh PT Sari Husada. Sebagai salah satu perusahaan makanan di Indonesia yang peduli terhadap gizi anak-anak bangsa dan kekayaan kuliner nusantara, Sari Husada melalui website nutrisiuntukbangsa.org mengadakan lomba blog dengan tema  Kekayaan Gizi Daerah Pesisir”. Untuk aku yang jarang nge-pantai dan lebih sering wisata gunung, tentu ini adalah tema yang cukup sulit namun menantang, but  I hope I can be the one of  10 lucky people who win the “Jelajah Gizi” event to explore Kepulauan Seribu cullinary.
Kuliner pesisir yang mau aku ceritakan adalah si hijau lezat bergizi keripik rumput laut dari Gunung Kidul. Kalau berbicara tentang rumput laut, tentu yang pertama terlintas di pikiran kita adalah rumput laut berbentuk batang yang biasa kita jumpai ketika kita membeli es buah, atau rumput laut berbentuk lembaran yang biasa digunakan sebagai salah satu bahan utama masakan Jepang. Maaf, kalian salah. Penasaran??

Kabupaten Gunung Kidul memiliki puluhan pantai cantik yang kini mulai menjadi primadona para penikmat jalan-jalan.  Beberapa bulan lalu, aku kembali ke kota Jogja, aku kangen akan keindahan pantai pesisir Gunung Kidul. Rasa kangenku akhirnya terobati, aku mengunjungi Pantai Indrayanti dan Pantai Sepanjang. Hangatnya sinar matahari, air laut yang biru jernih, suara ombak memecah karang, pasir putih menyusup di sela-sela jari kaki, angin sejuk yang meyentuh kulit, dan.. mataku tertuju kepada beberapa ibu-ibu yang dari tadi berlalu-lalang di pinggir pantai. Mereka mengenakan baju sederhana, caping bambu pelindung kepala dan keranjang plastik yang digendong menggunakan kain jarik. Ternyata, keranjang plastik itu berisi beberapa bungkus keripik rumput laut. Warnanya yang hijau segar membuat keripik rumput laut menarik untuk dicoba.

Tanpa pikir panjang, aku tertarik mendekati ibu-ibu tersebut untuk berbincang-bincang dan membeli beberapa bungkus keripik rumput laut yang mereka jual. Ternyata selain peyek jingking, peyek undur-undur dan keripik udang, sekarang keripik rumput laut menjadi salah satu makanan laut terlaris yang digemari oleh wisatawan. Harganya sangat terjangkau, dengan Rp 2.500,- saja, kita sudah bisa menikmati renyahnya satu bungkus keripik rumput laut. Kata ibu-ibu itu, keripik dibuat dari rumput laut ulva yang cukup melimpah di pantai Kukup. Ketika pantai surut, biasanya akan terlihat hamparan hijau rumput laut yang menempel pada karang, rumput laut itulah yang digunakan sebagai bahan dasar keripik rumput laut. Mereka memanen rumput laut yang sudah tumbuh alami di bibir pantai lalu mengolahnya menjadi keripik.

Sejarah
Pada awalnya, masyarakat sekitar pantai belum memanfaatkan rumput laut ulva secara maksimal, mereka hanya menggunakan rumput laut ini untuk pakan ikan atau memancing ikan saja. Beberapa tahun yang lalu, sekelompok mahasiswa dari universitas terkemuka di Yogyakarta memperkenalkan potensi rumput laut ulva kepada warga sekitar pantai, meneliti kandungan gizi, dan mengajarkan cara mengolah rumput laut sehingga akhirnya kini keripik rumput laut menjadi salah satu kuliner khas pantai Gunung Kidul.

Picture: sekolahkampus.com
Kandungan gizi
Rumput laut ulva memiliki banyak kandungan gizi yang berguna bagi tubuh manusia. Rumput laut ini mengandung karbohidrat, serat, protein, vitamin dan mineral. Dengan mengonsumsi rumput laut ulva sangat baik untuk kesehatan pencernaan, berkhasiat untuk mencegah kanker, mencegah osteoporosis dan dapat digunakan sebagai obat cacing alami.
Picture: kanigoro-network.blogspot.com
Proses Pembuatan
Cara membuat keripik rumput laut sama saja dengan keripik-kerpik lainnya, hanya bahan dasarnya saja yang berbeda. Pertama-tama, rumput laut yang baru saja dipanen dan masih masih basah harus dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari. Proses pengeringan ini biasanya berlangsung selama satu hari. Siapkan bahan-bahan kering seperti tepung, bawang putih, merica dan penyedap rasa. Campur semua bahan kering dengan air. Setelah semua bahan tercampur rata, masukkan rumput laut kering ke dalam adonan tepung lalu diamkan selama beberapa saat agar bumbu meresap. Goreng rumput laut ke dalam minyak goreng panas sampai matang dan tiriskan. Taburi keripik rumput laut dengan bumbu bubuk. Kemas keripik rumput laut ke dalam kemasan plastik. Keripik rumput laut yang renyah dan bergizi siap untuk dijual dan dinikmati. Cukup simpel dan ga ribet kan proses pembuatannya.

Selain sebagai camilan, keripik rumput laut juga cocok untuk lauk karena teksturnya yang kriuk kriuk! ketika dikunyah di dalam mulut, renyah sekali. Kalau kalian penasaran dengan rasa keripik rumput laut, silahkan saja berwisata ke daerah pantai Gunung Kidul, dengan mudahnya kita bisa menjumpai para ibu-ibu pedagang yang manjajakan makanan ini. Kalau menurutku, rasanya gurih, hampir mirip dengan keripik bayam, namun tidak pahit dan ukurannya lebih kecil.

Jika kita mau lebih mengoptimalkan pemanfaatan rumput laut ini, sebenarnya rumput laut ulva tidak hanya bisa diolah menjadi keripik, kata ibu-ibu penjual keripik, kini rumput laut ulva juga sudah mulai diolah menjadi berbagai olahan makanan lain, seperti pecel, sambal, olahan sayur, dll. Tentu saja mereka mau mengolah rumput laut ini karena bergizi dan tidak beracun jika dikonsumsi. Namun sayang, aku tidak sempat menikmati makanan tersebut. Pemanfaatan rumput laut ulva ini tentunya sekarang bisa memberikan tambahan kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pantai.

Selamat mencoba, para petualang kuliner :D

1 komentar:

pempektarisa mengatakan...

sekarang makin ngetop rumput laut bahkan di minimarket2 udah bnyak makanan olahan rumput lait hehe