Kamis, 16 Juni 2011

Pasar Kangen, tombo kangen..

"Untuk menyegarkan kembali ingatan masyarakat terhadap seni tradisi, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar PASAR KANGEN JOGJA mulai 14-19 Juni 2011 , pengunjung bisa melihat berbagai pertunjukan seni tradisi sembari mencicipi aneka jajanan tradisional yang semakin langka di pasar"

Sudah dari kemaren aku ngidam datang ke acara ini.
Yup, sore ini aku, Fera dan Ika pergi mengunjungi Pasar Kangen Jogja (PKJ) 2011. Ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh TBY, dan ini udah tahun ke 4. Pada gelaran tahun ini, PKJ Diikuti oleh sekitar 160 peserta yang menyajikan kuliner tradisi dan kerajinan Yogya. Selain itu, acara tersebut juga dimeriahkan oleh 250 seniman yang tergabung dalam kelompok seni yang mengikuti gelar pentas seni tradisi PKJ.

Namanya juga pasar, PKJ 2011 ini menampilkan beragam makanan dan kesenian tradisional dalam nuansa pasar tradsional. Pasar tradisional memiliki arti penting dalam perekonomian masyarakat kita, jadi perlu dipertahankan keberadaannya ditengah-tengah menjamurnya mini-market di daerah perkotaan dan desa.


Sampai di sana, suasana terlihat meriah sekali, bisa dilihat antusiasme warga Jogja terhadap acara ini cukup besar. Dari depan gedung TBY sudah terlihat berbagai benda seni aneh dan besar yang dipajang. Aku sempat foto dengan salah satu benda seni yang jadi favoritku di sana, sebuah patung kepala manusia yang dicat dengan warna black n white, mungkin artinya di dalam diri manusia ada sisi yg jahat dan sisi yang baik (sotoy).

Let's have fun! Aku langsung mengunjungi stand pertama yang menjual baju dan berbagai macam aksesoris, seperti kalung, gelang, dll. Lalu stand berikutnya tentang foto. Lanjut ke bagian agak dalam, banyak sekali yang menjual berbagai macam pernak-pernik lucu, benda antik, kerajinan tangan yang baru kali ini aku lihat, tas, lukisan.

Nah, di bagian utara banyak sekali sajian kuliner, jajanan tradisional khas Jogja yang dijual, seperti dawet ireng, klepon, lupis, ronde, kipo, gudeg, lotek, tahu goling, bakmi jawa, jamu dll. Mungkin ini kali ya, kenapa disebut Pasar Kangen, karena jajanan yang dijual di sini emang sebagian sudah sulit banget ditemuin, kita bisa berkangenan dengan citarasa makanan tempoe doloe yang keberadaannya udah mulai langka. Benar-benar bisa dijadikan tombo kangen alias pengobat rindu.

Salah satu stand makanan yang menarik perhatianku adalah Ketan Srondeng Cangkringan Bu Bagyo, seett daahh, yang antri buat beli jajanan banyak banget, aku mikir apa enaknya si ketan? aku agak jarang makan makanan begituan. Akhirnya kita memutuskan buat beli di tempat Bu Bagyo itu, ternyata ga cuma ketan, ada tiwul ama gatotnya juga, harganya murah cm Rp 2000,- saja kog. Pesen 3 bungkus saja harus menunggu 20 bungkus dulu, aiihh.. Pas panganan sudah di tangan dan masuk mulut, ternyata enyaaakkk! :D
Hahahaha, jajanan ndeso ini ternyata enak, pantes saja laris banget.

Di bagian timur ada sebuah panggung untuk kegiatan seni. Di sana terlihat para seniman sedang menampilkan sebuah tari dan banyak sekali yang berkerumun untuk melihat pertunjukan itu. Aku ga tahu apa nama pertunjukannya. PKJ 2011 kali ini setiap harinya menampilkan kesenian tradisi yang berbeda seperti musik Phekbung, Toprak lesung, Reog, Jathilan, Thethelan, kuntulan, kuybro siswo, rewe-rewe, kunthulan, lengger tapeng, montro, wayang kulit, dan dolanan anak-anak.


Sebagai anak muda Jogja, mari kita menguatkan rasa cinta kita terhadap nilai-nilai tradisi seni dan budaya yang dimiliki kota Yogyakarta!

Tidak ada komentar: